Minggu, 14 April 2013

14 April



'Black Day (Hangul: 블랙데이) atau Hari Hitam adalah hari yang diperingati setiap tanggal 14 April di Korea Selatan oleh pria dan wanita yang tidak punya pacar dan tidak menerima hadiah di Hari Valentine maupun White Day.
Pria dan wanita yang tidak punya pacar merayakan Black Day dengan berpakaian serba hitam dan menghadiri acara kumpul-kumpul secara informal dengan rekan senasib. Acara diisi dengan makan mie bersaus kental berwarna hitam yang disebut Jajangmyeon dan minum kopi hitam.'

Seandainya saja kita tinggal di sana, barangkali hari ini kita sedang ngopi bareng, larut dalam obrolan, tertawa bersama dalam satu meja. Ah, kata 'seandainya' selalu terasa lebih indah ya. Atau mungkin juga malah kita tidak saling kenal.


1#
Pada tahun 1126, Ibnu Rusyd, seorang filsuf muslim jenius yang berasal dari Andalusia dengan pengetahuan ensiklopedik, dilahirkan. Sewaktu kecil, beliau memiliki banyak bakat dan talenta. Masa hidupnya sebagian besar diberikan untuk mengabdi sebagai "Kadi" (hakim) dan fisikawan. Di dunia barat, Ibnu Rusyd dikenal sebagai Averroes dan komentator terbesar atas filsafat Aristoteles.
Kamu pernah dengar cerita Aristoteles dan Taman Bunga? kalau belum, silahkan baca di sini !


2#
1912, Sebuah kapal yang sangat terkenal, RMS Titanic menabrak gunung es. Kapal yang memiliki panjang 882 kaki 9 inches (269.1 m) dengan lebar maksimum 92 kaki 6 inches (28.2 m) ini akhirnya tenggelam sekitar pukul 02:00 esok harinya, dan menelan banyak korban. Itu merupakan salah satu kecelakaan laut terbesar yang pernah terjadi. Peristiwa itu terus diingat melalui buku, film, tugu peringatan, dan pameran. Aku suka filmnya, dan soundtracknya, dan kamu.


3#
1945, seorang gitaris rock dari Inggris bernama Richard Hugh "Ritchie" Blackmore lahir. Dia merupakan anggota pendiri hard rock band Deep Purple dan Rainbow.
Katamu kamu paling tidak suka dengan musik rock. Aku bangga bisa mengenalkan beberapa lagu Avenged Sevenfold kepadamu, dan bahagia begitu kamu bilang kamu suka lagunya. Ya, lagu-lagu itu pada dasarnya beralirkan rock.


4#
Setahun kemudian, terjadi sebuah perundingan resmi pertama antar Indonesia-Belanda yang diadakan di Hooge Veluwe, Belanda. Tiga orang perwakilan dari Indonesia mengemban misi pembebasan Jawa, Madura dan Sumatera. Tapi mereka pulang dengan tangan hampa.
Suatu hari nanti, aku ingin juga seperti mereka. Berunding, berdua denganmu saja, membicarakan masa depan kita.


5#
Seorang wanita cantik dilahirkan di tanggal yang sama, tahun 1986. Namanya Yuanita Christiani. Dia adalah seorang presenter, juga pemain film dan bintang iklan. Namanya semakin dikenal semenjak dia menjadi presenter di acara Take Me Out Indonesia, tahun 2009.
Seandainya kamu jadi peserta di acara itu, mungkin aku akan ikutan juga.


6#
1992, kedua orangtuamu bahagia tak terkira menyambut kelahiranmu, dan kamu saat itu dibisiki perihal usia dan jodohmu oleh malaikat.
Apa waktu itu malaikat menyebut namaku?


7#
2013, tepat 21 tahun usiamu. Saat ini kita bisa disebut seumuran. Ya, meskipun sebenarnya aku lebih tua darimu.
Di sebuah kamar kost, dengan koneksi seadanya, dengan niat sepenuhnya, aku tulis ini buatmu. Anggap saja sebagai ucapan ulang tahun, atau sebagai pengganti lilin yang mungkin harus kautiup.
Bicara soal lilin, aku teringat salah satu puisi pendek karya Anji, salah satu penyanyi Indonesia favoritku. begini puisinya:

aku lilin, kau cahaya. bersama kita mengada, bersama kita tiada 
Semoga kau juga suka :)

*catatan: bersumber dari wikipedia 

Senin, 25 Maret 2013

Reuni Go_Kill Team #Part1

Pesawat mendarat di Juanda tepat pukul 14:00 waktu setempat. Dari kejauhan, nampak dua pemuda yang celingukan di tempat pengambilan bagasi, mereka adalah Jaja dan Alay.

“Lay, bubuhane jam piro tekan kene?” tanya Jaja.
“lha embuh, Dikis mau tak sms tapi gak mbalesi og”
“alamak, yowes sholat sik yok, engko dihubungi meneh cah e!”
“ayo es! tapi nengdi musholane?”
“lha embuh, aku ra ngerti og, kono takon satpam!”
“eh licik, mosok aku” *muka manyun*
“yowes ngene ae, saiki awakmu milih takon satpam opo arep nggoleki dewe?”
“emmm, yo takon satpam ae lah penak”
“yo kono, lincah!” seru jaja sambil tertawa dalam hati karena berhasil ngakalin sohibnya.

Mereka pun sampai di mushola dengan selamat sehat wal afiat tanpa cacat atau tersesat.
Alay girang bukan kepalang, sebab disana dia melihat sebuah tempat colokan yang sedang jomblo (baca: nganggur).

“Ja, ada colokan nganggur, ini namanya rejeki tak terduga”.
dengan wajah sumringah Alay mengeluarkan perlengkapan alat sholat dibayar tunai  nge-charge. Sambil sholat, dibiarkan BBnya menyedot listrik bandara dengan gratis.

Tak lama kemudian mereka selesai. Lalu duduk di kursi depan mushola sambil menunggu balasan sms dari Dikis (ketua rombongan dari Jogja).

“Lay, timbang nganggur mending ganti DP yok! ndang foto’ke aku!” ide Jaja sambil mengeluarkan sebuah buku untuk berpose.

“iki lambang Barcelona’ne diketok’ke yo!” pinta Jaja sambil menunjuk bordiran di bajunya. “Karo tulisan ‘terminal 5’ nang mburi iku ben ketok nek lagi nang bandara” pintanya lagi.
“halah-halah, njaluk tulung kok nyusahi” keluh si Alay.
*jpret* *display picture has been replaced*


ini penampakan hasil fotonya
(jangan dikomen yg jelek2 ya! pliiiis)


***

Hp alay berbunyi, nampaknya ada sms dari dikis.

Cek posisi!
Kami dah nyampe
Madiun
 

“Ja, madiun iku nengdi?” Tanya Alay penasaran.
“oh, Madiun kah, sing jelas neng Jawa Timur”.
*hening*
***

Mereka pun memutuskan untuk menunggu di terminal Bungur Asih. Dari bandara mereka naik  bus Damri. Alay duduk di bangku tambahan (yang sepertinya tempat duduk kondektur), di samping tumpukan tas-tas. Jaja duduk di bangku bagian belakang, di sebelah ibu-ibu hampir tua yang bau balsemnya lumayan menyengat. Ya, mereka sama-sama kurang beruntung.

Tidak lama kemudian sampailah mereka di Bungur Asih. Jaja tidak mau langsung turun. Ia sengaja turun belakangan, karena dari informasi yang dia dapat, di tempat ini banyak tindak kriminal, dan juga dia sebenarnya takut ditarik-tarik calo Surabaya yang terkenal serem (maaf kalau bagian ini agak lebay). Akhirnya dia turun juga, lewat pintu belakang, paling terakhir. Dan si Alay entah kabarnya seperti apa, mungkin lagi rebutan tas sama calo-calo.

"mas, mau kemana mas?" berapa calo itu menyerbu Jaja dengan pertanyaan yang sama.
"enggak pak, sudah ditunggu teman" jawab Jaja dengan wajah memelas dan mencoba menghindar.
"iya, tapi mau kemana?" beberapa calo itu ngotot bertanya dan terus membuntuti Jaja.

Di saat genting begini, Jaja melihat Alay yang sudah berdiri aman sendirian (tanpa calo) di dekat warung makan. Jaja pun langsung berjalan cepat ke arah Alay, tapi para calo itu terus membuntuti.

"ini lho pak teman saya, tanya aja sama dia!" Jaja mengalihkan perhatian para calo itu.
"mas, ini pada mau kemana?" calo-calo itu gantian menyerbu Alay.
"mau ke warung pak" Alay menjawab dengan sangat cool. Seketika angin bertiup agak kencang, memainkan rambut Alay seperti di iklan shampo. Entah kenapa para calo itu langsung menjauh. Jaja cuma bisa bengong, antara heran, kaget, kagum, bingung, dan kelaparan.

***

“eh Lay, mangan sik yuk! Lue banget e aku”.
“yok, tapi mangan opo, nangdi?”.
Jaja dengan sigap menunjuk sebuah warung  bertuliskan ‘ WARUNG LUMINTU’
“neng kono wae, masakane enak!” ajak Jaja.
“weruh seko endi kowe nek enak?” Alay penasaran.
“soale nang cerak nggonku kerjo ono juga Warung Lumintu masakane enak, sopo ngerti iku cabange”.
“yowes yok! Lincah!” Alay nurut saja dan kelihatannya percaya.

Mereka bercengkrama sembari makan. Membicarakan hal-hal yang tidak jelas, sambil sesekali si Alay melirik sana-sini seperti ada yang dicari. Sehabis makan, Alay pamit ke toilet. Ternyata warung itu sebelahan sama toilet umum. *Hoek cuh*.

Sambil menunggu Alay, seperti biasa, Jaja sibuk dengan BBnya. Kalo gak update status, ya check-in, atau stalking TL mantannya. Kalo chat atau sms kayaknya gak mungkin, soalnya dia itu jomblo belum ketemu jodoh, katanya. Kasian banget ya. Makanya, kalo kamu kasian (dan sedang jomblo), bantuin dia donk! Cariin pacar kek, atau pacarin sekalian juga boleh.

Alay kembali dengan langkah agak cepat, sambil senyum-senyum.
“ngopo ngguya-ngguyu ae Lay?”
“coba delok iku!” alay menujuk sebuah tulisan di dinding dekat penjaga toilet umum.

'TERIMA JASA NGECHAS
RP 2000 SAMPE PUASSSS'
*penulisan yg salah mohon tidak diprotes,
penulis hanya menjaga originalitas, thanks*

Selanjutnya silahkan tebak sendiri apa yang Alay lakukan sebagai seorang 'colokan addict'!

***

Waktu terus berlalu dan mereka pun mulai jenuh menunggu. Masih di warung itu, suasana jadi semakin tidak nyaman karena mbak penjaga warung dari tadi mencuri-curi pandang dengan tatapan seperti ingin mengusir. Akhirnya mereka pergi dari warung itu, menuju masjid terdekat. Kenapa harus masjid? karena di masjid itu tempatnya pasti nyaman (dan gratis).

Di masjid, Alay sibuk mainan hp. Katanya sih sms-an sama Dikis, tapi palingan bbm-an sama pacarnya. Sedangkan Jaja asyik membaca buku.

"Ja, jarene bubuhane numpak bis Sumber Kencana, diluk meneh tekan jare"
"sip lah. awakmu ngawasi yo! aku jik sibuk"
"yoh wes"

Mata Alay terus mengawasi ke arah gerbang kedatangan. Tiap ada bus masuk, dibacanya nama bus-bus itu dengan sedikit nyaring, sampai dilihatin ibu-ibu yang habis sholat dan dia tetap dengan gaya cueknya.

"Eh kae lho Ja, Sumber Makmur"
"Sumber Kencana Layyyyyy" jawab Jaja sedikit cuek.
"nah iku lho!" Alay menunjuk bus yang baru masuk.
"iku Rama Kencana Layyyyyyy, liwarrrr"
"Lha mau opo?"
"SUMBER KENCANA" Jaja mulai emosi.

Tidak lama kemudian, Alay bersorak.
"Itu diaaaaaaa" kata Alay sambil menunjuk sebuah bus bertuliskan "RESTU"
*hening*

***

Sebelum adzan Maghrib, Dikis dan rombongan tiba. Mereka bertemu di halaman masjid, saling melepas rindu. Bersalaman, berpelukan, berciuman. Dikis datang bersama 3 orang lainnya. Mereka adalah Ucok, dan seorang gadis (sebut saja namanya Bunga), dan seorang lagi. Dia berambut agak gondrong, memakai topi, dan SKSD. Dia tidak lain adalah mas mas CALO...... (bersambung)

Selasa, 19 Februari 2013

Tubuhku Sedang Belajar Tabah

aku pernah hidup lebih lama dari rasa sakit
sebelum hatiku patah, aku merasa seperti pohon mahoni,
dan setiap hari adalah musim kemarau.
digugurkan lukanya satu-persatu ke tanah
hingga membusuk menjadi pupuk.
itulah mengapa aku sanggup bertahan hingga penghujan

bila ranting itu aku, dan kau daunnya
aku pasti menangis melepas pelukan kita
bahkan barangkali, airmataku akan jatuh terlebih dulu sebelum kau
lalu menjadi sungai yang panjang
yang sanggup mengantar kau ke masa depan.

setiap waktu adalah ilmu yang kauajarkan khusus padaku.
ciummu misalnya,
darinya aku belajar menyimpan rahasia
tentang getir lipstik dan geligimu yang tajam,
yang hampir melukai bibir dan lidahku
bahkan kau tak tahu bukan?

dari sekian pedih pada tubuhku,
baik yang sembuh maupun yang gemar kambuh
sungguh, padanya tiada dendam yang tumbuh
aku menganggapnya pelajaran
untuk menjadi tambah tabah.

Senin, 21 Januari 2013

Sesal

petang, sayang
ialah musim gugur bagi kenangan
juga penghujan
bagi mata yang tahu cara meneteskan luka.

selalu ada waktu untuk mengingat mu.

gelap, sayang
ialah saat tepat mengingkari janji
yang terlanjur kau tepati dan kemudian kau sesali.

domba yang kau pelihara di ingatanmu
telah dewasa sepenuhnya
seperti lidahmu itu
yang kian tahu cara diam
menanak kata-kata di hatimu saja.

apa kau juga menyesal memilih aku?

















gambar diambil dari sini

Kamis, 20 Desember 2012

Kita di Mata Mimpi


semalam tidurku dihinggapi sepenggal mimpi
tentang aku, ombak, pasir, dan sebuah mimpi.

di sana aku nampak berbeda.
aku seperti malaikat, yang sayapnya patah, berdarah-darah.
terdampar sendirian pada sebongkah pulau kecil berpasir
yang hutannya lebih lebat dari tangisanmu sekalipun.
gulungan ombak berputar melingkar, persis disekelilingnya
dan aku malah sibuk melantunkan dengkur ke sepenjuru pulau, sambil bermimpi.

di mimpi yang ada dalam mimpiku,
hanya nampak kau.
tapi bukan seperti kau yang (pernah) mencintai aku itu.
matamu, matahari yang hampir sekarat di ujung barat
yang sinarnya mendelik sinis seperti ikan kehausan, yang tajam, yang kejam.
air matamu, hujan. jatuh bersamaan.
lalu menggenang jadi samudra jingga, yang amis dan kental.

sayangnya
hanya itu yang ku ingat.
selebihnya, lenyap. tenggelam ditelan malam.

setelah terjaga, ku lanjutkan mimpi itu.
ku gunduli hutan tadi.
lalu, darinya akan ku buat perahu yang lebih melengkung dari senyumanmu
biar nanti ku arungi lautan dukaku; sendiri.

*note: puisi ini aku tulis untuk meramaikan sebuah event lomba puisi yang diadakan oleh rekan @bait_puisi

Minggu, 16 Desember 2012

Tipe X - Mawar Hitam

Luka itu memang terlalu berat untukmu
Terlalu keras untuk kau rasakan
Tak seperti keinginan dan harapan
Yang selalu kau impikan Kau inginkan, kau khayalkan
Dan kau bayangkan dulu
Mestinya kau sadari itu

Bukan penyesalan yg ada di hati
Saat kau yakinkan diri untuk pergi
Coba hadapi semua ini sendiri

* dan ternyata keyakinan
  tak cukup mampu untuk melawan
  kau pun tak mampu bertahan
  kini kau mawar penghias malam

Reff: kau mawar hitam
           harummu kepedihan
           kau arungi waktu
           di setiap belukar

Tapi tetap saja hitam
Meski air mata darah kau curahkan
Berat hati rindukan jalan terbaik
Untuk tetap berdiri

Penyesalan memang selalu menakutkan
Tapi itu kenyataan (kenyataan)

Reff2: jangan menangis
             meski kau sesali
             singkirkan semua
             bila tak kau inginkan

Senin, 10 Desember 2012

Suatu Malam Sewaktu Hujan


  1. menonton acara tv yang semakin hari semakin membosankan saja (kecuali siaran olahraga). sama seperti aku, bagimu, barangkali. maka wajar saja bila akhirnya aku kau matikan di hidupmu.
  2. menikmati playlist di ipod yang tak pernah ku update sejak setahun yang lalu. tentu saja hanya akan semakin membangkitkan kenangan, sedang sejauh ini mati-matian ku lupakan.
  3. browsing sambil online facebook yang sudah cukup lama tak ku buka. sudah pasti jemariku mengetik namamu di kolom cari. ya, sudah pasti.
  4. duduk di beranda menikmati angin dingin dan secangkir kopi hangat. sungguh masih sangat jelas, terakhir kali aku melakukannya di rumahmu. waktu itu malam minggu, hujan juga tapi tak selebat ini, dan bapakmu seperti satpam, mengawasi kita dari dalam.
  5. memecah derap hujan dengan bermain gitar. di kepalaku, yang chord dan lirik lagunya masih terekam jelas adalah soundtrack cinta kita; menemukanmu-nya seventeen.
  6. membaca buku. di lemari kamarku, satu-satunya buku yang belum selesai ku baca adalah comic conan, hadiah ulang tahun darimu.
  7. makan. di kulkas hanya ada kotak es krim dengan isi separuh lebih, dan sayuran mentah. celakanya, aku mengenakan celana yang pernah kau tumpahi es krim rasa vanila, padahal saat itu baru pertama kali ku pakai, tapi aku tak marah.
  8. tidur, menutup mata dengan bantal. ahh, itu kebiasaanmu.

*lantas, adakah hal yang bisa ku lakukan tanpa harus mengingatmu?

Temans